sebuah pelajaran berharga bagi saya yang juga sedang berjibaku menjaga ikatan yang kukuh dalam pernikahan saya. berikut saya mencoba menceritakan sebuah pengalaman sahabat saya ini.
Sebenarnya sahabat saya ini sudah memutuskan untuk tidak mengecek semua hal-hal privacy suaminya karena ingin sekali memberikan sebuah kepercayaan utuh, toh suaminya juga sangat baik untuk keluarga kecil mereka. Namun suatu hari entah yang keberapa kali sewaktu meminjam hp suaminya dia menemukan yahoo mesengger yang masih onlen atau ketika suaminya tertidur didepan tv untuk menonton pertandingan sepak bola.
sebenarnya teman saya tidak ingin mempedulikan ini, dia awalnya hanya menganggap ya sudah mungkin ini kebiasaan sebelum menikah yang butuh waktu untuk berubah, insyaallah dengan berjalannya waktu teman saya berharapa ada perubahan.
Namun akhirnya tidak sengaja menemukan lagi chatingan dengan nama samaran memang dan nama perempuan yang diajak chating juga. Tapi yang menyakitkan adalah chatingan tersebut dilakukan setiap hari, seolah-olah single dengan panggilan-panggilan yang selayaknya hanya buat istrinya. Tidak hanya dengan satu org dengan beberapa org yang lain juga bahkan ada isinya yang saling tukar nomor hp dengan segala macam bentuk rayuan bahkan janjian akan kopi darat. Setelah teman saya mensearch di google ternyata id tersebut seseorang yang seperti tante-tante girang atau org kesepian semacam itu , atau cewek2 yang subhanlloh dengan aurat terbuka.
Lalu apa yang dilakukan teman saya, dia intropeksi habis-habisan dia berfikir mungkin dia yang salah yang tidak memberikan kasih sayang yang lebih terhadap suaminya:( *kasian teman saya ini* . Namun sayangnya suaminya tidak pernah meyampaikan kekurangannnya, hanya diam tapi mencari hiburan seperti itu.
Makin sedih melihatnya seperti itu, terpuruk menyalahkan diri sendiri……
saya masih tidak bisa melanjutkan cerita teman saya ini, tapi kesimpulan saya menjaga ikatan janji kukuh mitsaqon gholido seperti ceramah2 dalam acara pernikahan memmang begitu berats:(

