Arsip Bulanan: Februari 2009

Seri hilangnya mobil marina

Rasanya seperti mimpi menghadapi kenyataan mobil marina yang selama ini kami naiki untuk mencari data kesana kemari tiba-tiba lenyap dari tempatnya di parkiran halaman perpustakaan nasional kemarin sore sekitar jam 15.10. Kami datang keperpus pagi sekitar jam 10 an hari selasa tanggal 24 Februari 2009 kemarin, dan langsung memarkir mobil diparkiran depan perpusnas, sama sekali tidak kepikiran apapun. Satu yang ada dibenak kami adalah mencari literatur untuk kepentingan penyusunan laporan riset OSH /kesehatan dan keselamatan kerja yang udah hampir satu tahun.

memasuki pintu gerbang perpus kami disambut seorang laki-laki berjanggut yang merupakan tukang parkir disana. Dengan serius si bapak berjanggut yang belakangan diketahui bernama pak Nyardi ini menuliskan nomor mobil. Kami masuk keperpus kira-kira pukul 10 an. Sekitar pukul 15.15 sore kami memutuskan untuk pulang dan melanjutkan mengerjakan laporan di foodcourt plaza semanggi sambil makan karena kami memang belum makan sejak pagi.

Tapi kami cukup lemas ketika sampai ditempat parkir ternyata mobil sudah berganti dengan mobil yang lain. Pertama kami mencoba untuk tenang, meskipun tidak bisa dipungkiri marina mulai panik. (gimana ga panik mobilnya menghilang begitu saja). Kami masih tidak percaya, dalam hati saya berharap semoga salah tempat atau didorong oleh tukang parkir sehingga berpindah tempat. Tapi hampir 20 menit mencari-cari hasilnya tetap nihil dan kesimpulannya tuh mobil “hilang”. Ditengah kepanikan dan kebingungan kami berdua, mendadak banyak banget orang datang dan sok ingin menolong. Ada yang meminta karcis parkir, ada yang meminta STNK. Dalam kondisi bingung seperti itu aku hanya bisa mengingatkan marina untuk tidak memberikan kartu parkir maupun stnk pada siapapun yang mengaku polisi atau petugas security perpusnas.

Sejak pertama masuk perpusnas kami sudah meyimpan cukup banyak keluhan akan pelayanan perpusnas yang sangat mengecewakan. (lih note marina, satu lagi buruknya pelaynaan publik di indonesia).

Rada aneh memang hilangnya niy mobil, dugaan kami pasti ada orang dalam yang terlibat. Logikanya jika petugas pakir benar2 memriksa karcis jika mobil keluar maka, tuh mobil gak kan bisa keluar jika tanpa karcis toh, tapi nyatanya mobil hilang begitu saja.ditengah kebingungan ada yang bertanya dan memastikan bahwa apa benar karcis parkir masih ada atau ada didalam mobil dan keliatan memaksa nanya tuh mobil diasuransikan atau tidak. Untungnya tuh karcis masih ada, jadi gak bisa menyalahkan marina. (Pokoknya banyak yang bikin ribet deh)

Sistem pelaynaan parkirnya memang terbukti buruk, bahkan berdasarkan pengakuan satpam penjaga parkiran, jika tidak punya karcis maka cukup melambaikan tangan saja mobil bisa dengan enaknya keluar. Benar-benar sisitem ya buruk. Makanya bagi anda yang hendak keperpusnas musti hati-hati jika bawa kendaraan sendiri.

Tapi ada satu pengalaman menarik dari semua ini yang saya peroleh. Ditengah kebingungan, kekacauan yang terjadi kami berdua sama-sama lemas tidak bisa mengadvokasi diri sendiri dan sama sekali gak sadar jika biasa mendampingi orang yang bermasalah dengan hukum. Banyak orang yang menawarkan untuk membantu mengantar laporan kekepolisian atau menawarkan menelpon wartawan, ada yang mengaku intel dll. Mereka tidak mengerubungi kami lagi ketika kami bilang kami menunggu “pengacara” kami yang masih di jalan (si dela dan Erick).

Sewaktu menelpon kantor, bos kami mengatakan “kan mereka berdua juga pengacara kenapa masih butuh pengacara?” , kami saat itu bener-bener lemes ga bisa bergaya “pengacara” (apalagi belum punya kartu plus kartu nama tertera satff riset) . Tapi satu yang saya rasakan rasanya begitu tenang ketika mempunyai masalah dengan hukum dan banyak orang membuat ribet, apalagi jika musti berurusan dengan polisi, lalu mengatakan”biar pengacara kami yang mengurus”. Semua jadi diam dan gak ribet. Saya jadi tau rasanya ketika orang yang saya dampingi membutuhkan kami “pengacara” untuk berada disisinya. Ternyata kehadiran “pengacara” cukup menimbulkan efek tenang yahh. (duh si fida mulai ribet niy, mau nulis hilangnya mobil marina atau efek yang ditimbulkan pengacara siy kumat deh gak fokusnya;D)

(Cerita yang lain lagi) Kami berempat aku, marina, dela dan erik sebenarnya emmang gak cocok jadi pengacara atau hakim (duh gimana rick kaenya kamu gak cocok deh jadi hakim hahaha tapi bisa dilatih koq) . Kami gampang bangett kasihan ke orang. Melihat 2 orang satpam yang dipanggil untuk memepertangungjawabkan soal kehilangan itu, kami bener2 gak tega, apalagi melihat si bapak berjanggut itu. Rasanya kasihan banget jika mereka yang dituduh padahal yang sebetulnya salah adalah sistemnya. Jikapun terjadi konspirasi, kurasa mereka hanya menjadi korban saja. (ah semakin bingung mau cerita apa gak focus lagi)

Dibalik penelitian ini banyak kisah yang terjadi, mulai eksternal hardisk yang jatuh dan menghilangkan semua data, kunci kantor hilang, laptopku jatuh, laptop marina rusak, hingga hilangnya mobil marina. Semoga hasilnya bagus sebagaimana perjuangan kami selama ini (lebay mode on), pesannya gak usa bawa kendaraan keperpus dey lebih baik hati-hati saja. (semakin diterusin si fida semakin gak nyambung mendingan disudahi ajah) .

sabar marina sabar yah “badai pasti berlalu” dan penelitian kita tinggal sebulan lagi koq, besok pasti kelar:)

Written 3 hours ago – Comment – Like

Ceritanya sejak kamis kemarin tubuh saya rasanya drop seperti saya ceritakan pada tulisan sebelumnya (akhirnya kerumah sakit juga) . Nah jum’at tubuh saya tidak kuat untuk masuk kerja, makanya saya ambil izin sehari ga ngantor. Tersiksa sudah pasti, saya bener-bener berjanji untuk menjaga kesehatan, selain sakit tidak enak juga mahal pula.
Nah bersamaan dengan itu ketika saya ingin mengerjakan pekerjaan kantor dirumah, ternyata laptop saya juga mulai suka hang dan lemotnya setengah mati. Dududududu kalo cobaan datang yahh barengan ga bisa gentian ajah. Nah sabtunya terpaksa saya musti ketemu teman dan minta benerin tuh laptop, ternyata hardisknya kena virus makanya buat lemot dan hang. Hmmm saya Cuma bisa mengelus dada “sabar fid sabar”. Akhirnya temen saya juga angkat tangan ga bisa bantuin usir tuhh virus alhasil musti ke tokonya untuk minta dibenerin.
Syukurlah dengan tenaga yang pas-pasan saya pergi benerin tuh laptop. Nah saat ini dia udah sehat bisa lagi diajak nulis. Ternyata laptop saya ini sehati, saya sakit dia ikutan sakit
Tapi dibalik ini semua saya yakin ada hikmahnya, saya jadi bisa bersabar dan belajar tenang dan belajar berhati-hati dan tidak ceroboh dan teledor menjaga kesehatan barang milik saya maupun kesehatan saya. Kesehatan mahal harganya.

Mas azam
Itu nama keponakan saya, umurnya 5 tahun sekarang. Sudah hampir 4 bulan saya tidak bertemu. Tadi saya menelpon kakak saya, dia cerita soal mas azam yang bandel disekolahnya, TK 0. Mas azam kata kakak saya belum bisa membaca dan menulis (sebenernya siy wajar wong baru TK 0). “ azam niru aku fid males nulis karena tulisannya jelek, jadi alasan ajah kalo disuruh belajar nulis” kata kakak saya. Pernah kakak saya bertanya “mas azam kenapa males belajar nulis dan baca? “ kata kakak saya. “ bunda meskipun mas azam ga bisa nulis dan baca tapi mas azzam pinter koq” kata azzam.” Lalu gimana orangtau kalo kamu pinter kalo ga bisa baca tulis? “ kata kakak saya. “ ya mas azam bilang ke bu guru kalo mas azam pinter” jwb azzam. Menurut kakak saya azzam sukanya hafalan, cepet banget kalo disuruh hafalan, semua bacaan sholat sudah hafal demikian juga dengan surat2 pendek. Kalo disuruh nulis disekolah selalu pura-pura tangnnya lemes (duh bandelnya nih anak yahh)
Tadi pas azzam saya telpon saya bilang’ mas azam katanya males baca dan nulis ya? Kalo gitu namnya buta huruf loh” kata saya. Tiba-tiba tut..tut..tut ternyata si azzam marah dan tersinggung saya bilang buta huruf telpon ditutup dan dibanting, hehehe mas azam tante kangen kamu.

“asma karena alergi mba” itu jawaban dokter pas aku berobat kerumah sakit tadi. Rada lega juga pas hasil periksa paru-parunya bagus ga ada apa-apa. Trus lebih condong ke asma karena alergi. Sudah hampir sebulan ini aku sering batuk-batuk plus sesak nafas. Padahal sebelum-sebelumnya gak pernah punya riwayat sesak nafas. Riwayat alergi emang ada, alergi ikan laut dulu, gatal-gatal trus biduran gitu kalo makan udang atau kalo udara dingin. Trus mulai 2007 pilek-pilek, mata merah dan batuk, tapi ke dokter THT katanya gpp cuma dikasih rhinofed. Nah sejak 2008 mulai deh selain pilek2 trus batuk2 yang meyesakkan dada, nah awal 2009 mulai sering sesak nafas.

Pertama kupikir biasa saja tidak pernah kuanggap serius apa yang kurasakan, tapi seminggu ini intensitas sesak nafas semakin sering dan rada menganggu aktivitas. Waktu ketemu dengan seorang narasumber yang merupakan dokter dari ikatan dokter kesehatan kerja (IDKI) aku sempat ngobrol dan tanya tentang asma. Menurutnya asma bisa muncul karena keturunan. Jika orangtua atau sodara ada yang punya maka bisa dimungkinkan aku juga bisa punya asma.

Nah berdasarkan keterangan dokter itu, aku semalem menelpon ibu dan kakakku, yapp yang angkat bapak “ya pantes kalo kamu punya sesak nafas wong ibumu dulu sampe terapi segala, kan kamu anaknya ibumu” waduh piye toh pak pernyataannya, ya iayalah anaknya ibu hehehe. Nah pas aku tanya ibu, ibu bilang” iya ibu sewaktu muda pernah sesak nafas sampe dirawat segala, ningmu ana juga pernah dirawat sewaktu kecil, ponakanmu si azam juga” kata ibu menjelaskan. “ah ibu kenapa mewariskan asma siy bukan duit ajah yang banyak” ucapku. Ibu diseberang sana cuma tertawa.

Makanya hari ini pagi-pagi aku sudah pergi ke rumah sakit persahabatan dirawa mangun tepatnya dipoli asma. Deg-degan juga khawatir kalo ternyata asma beneran. Untung poli asma rada sepi jadinya aku bisa ditangani dengan cepat. Setelah di anamnesis (ini yang disebut para koas) aku diharuskan tes paru-paru. Nah tesnya ini aku harus bernafas dan meniup-niup dengan sebuah alat ukur kesehatan paru-paru, hmmm aku gak tau namanya.

Lega rasanya ternyata hasilnya paru-paruku bagus. Kata dokter spesialis parunya aku cuma asma karena alergi, tapi jika tidak segera diobati bisa menjadi asma “mengi” yang nafasnya sampe bunyi. Untungnya aku tak separah itu. Aku bersyukur aku tidak menderita penyakit berbahaya. Cuma alerginya yang cukup tinggi, nahkan rada susah alerginya ama asap rokok trus debu, bau-bauan menyengat (jadi yang merasa bau jangan dekat2 yah:p)

Tapi bulan depan musti periksa darah plus ke poli jantung, yaaa semua belum berakhir, masih saja harus mengunjungi rumah sakit yang sangat kubenci:).

Pesan: yang belum menderuta sakit, jaga kesehatan, sakit selain tidak enak juga mahal bo’

Jakarta 12 Februari 2008:)

fesbuk ternyata selain tempat untuk menjalin persahabatan, ternyata juga bisa menjadi tempat untuk mencela teman dan memasang foto-foto jelek teman. Ini saya alami hari ini, teman-teman pada usil dengan memasang wajah bengkak saya pas alergi obat difesbuk dan masuklah beraneka ragam komentar lucu.

Sebel juga siya walnya tapi lama-lama lucu juga:) , teman-teman daku ga pernah marah koq atas keusilan kalian asalkan ga menganggu jalan hidupku saja:p.

akhirnya dengan sangat terpaksa daku curhat juga di blog ini, tak apa yahhh, lagi ga ada inspirasi nulis:D


Demo pemekaran propinsi bisa dimasukkan sebagai sparatisme local ” ungkap Ryas Rasyid Anggota DPR RI semalam ketika diwawancarai salah satu TV Swasta berkaitan kasus demonstrasi warga yang menuntut pendirian propinsi baru di Tapanuli Selatan di Sumut yang menewaskan Abdul Azis ketua DPRD Sumut. Pemekaran propinsi makin marak terjadi di Indonesia pasca adanya aturan berkaitan dengan otonomi daerah. Lalu mengapa pemekaran propinsi ataupun kabupaten ini menjadi tren dibeberapa daerah saat ini?

Analisa saya pertama , jika terjadi pemekaran maka otomatis akan ada aliran dana ke daerah dari pemerintah pusat. Kedua, akan ada peluang jabatan-jabatan baru yang diperebutkan. Ketiga, keuntungan bagi partai karena otomatis jika ada propinsi atau kabupaten baru pasti ada peluang untuk dilakukan pemilihan.
Lalu kemudian apakah dengan menjadi propinsi baru atau kabupaten baru rakyat akan sejahtera? Nah ini yang saya sangat meragukannya. Justeru menurut pengamatan saya, adanya kabupaten atau propinsi baru justeru memunculkan raja-raja kecil didaerah. Seorang kepala daerah menjadi semacam raja kecil, sementara rakyat juga semakin menderita saja.
Saya pernah dalam suatu kesempatan melakukan penelitian tentang buruh migran Indonesia, mengagas sebuah konsep peraturan daerah untuk perlindungan buruh migran di kabupaten tulang bawang lampung ditahun 2007 lalu. Tulang bawang termasuk kabupaten baru hasil pemekaran lampung timur kalo tidak salah. Nah saya melihat kondisi yang sungguh sangat memprihatinkan, Bupati sudah semacam raja saja, hampir semua fasilitas umum maupun perusahaan besar swasta dimilikinya sendiri dengan kroni-kroninya.
Sementara fasilitas umum misalnya saja jalan sangat memprihatinkan, belum lagi kondisi perekonomian rakyatnya. Tulang Bawang merupakan daerah pengirim buruh migran yang lumayan besar disamping jawa timur dan jawa tengah, jawa barat maupun nusa tenggara barat. Sebagian lainnya petani maupun buruh. Aroma kemiskinan cukup terasa, sungguh sangat kontras dengan kehidupan dan kekayaan para pejabatnya.
Jadi dibalik hebohnya pemekaran propinsi di Tapanuli Selatan sarat dengan kepentingan politik kelompok tertentu, yang tentunya ingin mengambil keuntungan dari semua. Sementara bagi masyarakatnya pasti tidak akan ada perubahan yang berarti. Seharusnya ada mekanisme yang jelas dari pemerintah mengenai hal ini. Sehingga tidak muncul kerusuhan yang bisa juga dikatakan sebagai separatism local ini. Intinya dari semua proses politik semacam ini, selalu rakyat dijadikan alasan, rakyat pula yang menjadi korban.

Hujan masih mengguyur Jakarta pagi ini, masih sama seperti kemarin. Rencananya ingin sekali seharian duduk didepan komputer dan mengerjakan buku tulisan untuk buku kronik perburuhan yang tertunda sejak tahun lalu. Tapi mendadak harus mewakili tim kuasa hukum untuk menemui dokter bedah plastik untuk kepentingan advokasi kasus TKI Keni binti Cadra.

Akhirnya dengan bantuan si bang mamat (ini tukang ojyek kesayangan si dela temen kantor saya) saya menuju rumah sakit pusat pertamina. Disepanjang jalan menuju kesana saya melihat berbagai baliho dan spanduk besar, ada foto dian sastro, ada foto besar bintang iklan mild dan banyak lagi yang lain. Kalo itu sih sudah biasanya saya melihatnya, mereka tersenyum ya tidak meyakitkan hati saya.

Tapi diantara foto dian sastro dan bebrapa artis lainnya, ada pula spanduk yang bergambarkan para caleg dengan seuntai senyumnya seolah-olah semua baik-baik saja. (kae lagu ratu yahh) Tersenyum manis dengan jargon-jargon yang berjanji “jakarta akan sejahtera bersama saya”, ada juga “kita pasti bisa”. Busettttt dey bikin sebelll, jika emang itu fakta sih saya bangga dan kagum tapi faktanya??? setelah menjadi anggota DPR malah mengejar kekayaan:)

bersambung tiba-tiba laper:)

ada yang bisa nerusin??? huehehheheh

Berikut hasil foward email dari teman saya, nah jika kamu sedang merasakan perasaan ke seseorang, silahkan ditebak perasaan apa ituw:)

* Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
* Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
* Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. “

* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa, dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”

* Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
* Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.


Kulitnya putih bersih, bulu matanya lentik, hidungnya mancung, rambutnya panjang dikuncir simple tampak pas dengan wajahnya nan ayu, tidak nampak polesan make up tebal diwajahnya yang cantik, postur tubunya tinggi semampai nyaris terlihat kurus, tapi tetap tampak kecantikannya, dia bukan custumer service atau teller sebuah bank, mengenakan baju seragam hijau dengan celana putih dan ada nama didadanya (ah saya lupa siapa namanya), dengan alat pel selalu ditangan dia duduk dipojok toilet plaza semanggi lantai 3A. (lebay mode on)

Dialah si mba cantik penjaga toilet, sudah hampir tiga kali ini saya bertemu dengannya, senyumnya selalu mengembang pada setiap pengunjung yang datang ke toilet itu termasuk pada saya. Pada pertemuan pertama dia cukup ramah pada saya,”mba tissunya habis jadi mba bisa ambil yang ini saja” sapanya lembut pada saya ketika itu. Saat itu saya tidak sempat berbincang dengannya, dia cukup sibuk membersihkan setiap toilet setiap saat atau terkadang duduk dipojok jika memang semua toilet penuh atau sekedar mengepel diluar toilet.

Pertemuan kedua, kembali saya disambut dengan senyumnya yang ramah itu, saya tau pasti dia juga lupa dengan saya meskipun saya masih sangat mengingatnya. Tapi tidak penting saya diingatnya atau tidak, yang pasti saya cukup tertarik dengan sosoknya. Dengan kecantikan yang dimiliki dia sama sekali tidak tampak merasa cantik, mengapa saya bilang demikian? Karena ada orang yang cantik sangat tau kalau dia cantik.
Kemudian saya mencoba berbincang ketika dia berdiri dipojok”mba kerja sejak jam berapa? “ Tanya saya,” sejak pagi mba” jawabnya. “ohhh” gumam saya. Kemudian saya Tanya lagi” apa si mba yang senengnya selama bekerja seperti ini” Tanya saya “ ya gimana ya mba saya cukup menikmati pekerjaan saya mba, cari kerja sulit mba” jawabnya. “lulusan apa mba?” Tanya saya lagi” saya cuma SMP mba” jawabnya. “umur berapa sih mba?” Tanya saya ,”18 tahun” gajinya berapa mba?” Tanya saya, “ ya umr mba” jawabnya’ , “ belum lagi dipotong perusahaan penyalur kan mba” jawabnya. Iya si Mba adalah salah seorang buruh outsourcing yang biasa digunakan suatu perusahaan untuk tenaga kebersihan. Nah dengan statusnya ini otomatis gaji si mba hampir 30% dipotong oleh penyalur. (tapi saya tidak akan menceritakan soal outsourcingnya panjang dunk ntar:D)

Berlanjut dengan perbincangan saya dengannya, “ tapi saya bekerja ini untuk sekolah lagi juga loh mba ujarnya, saya sedang menempuh kejar paket setingkat SMU mba, saya juga tidak ingin bekerja membersihkan toilet terus menerus” ungkapnya. Lalu saya bilang” iya mba jangan pernah berhenti berusaha dan jangan pernah berhenti bercita-cita, ingat jika mba punya semangat dan selalu berusaha saya yakin mba bisa koq bekerja lebih dari sekedar menjaga toilet” pesan saya padanya sebelum kami berpisah.
Satu hal yang membuat saya terisnpirasi, dia mengerjakan pekerjaannya, yang masih dianggap pekerjaan rendah oleh sebagian orang dengan sangat menikmati dan bangga. Satu lagi yang cukup membuat saya respek, dia masih punya cita-cita yang bisa jadi tidak dipunyai oleh kita. Saya yakin dengan cita-citanya itulah kebahagian dia rasakan. Saya jadi malu dengannya seringkali saya mengeluh dengan kondisi saya, padahal beban hidup yang saya rasakan mungkin tidak seberat apa yang si mba rasakan. Tapi si mba tetap bisa tersenyum dengan indah meskipun saya yakin beban yang sangat berat dia rasakan. saya yang lebih sedkit beruntung dari si mba rasanya patut bersyukur, saya bisa sekolah sampai universitas tanpa harus menjadi penjaga toilet lebih dahulu.

“ ah mba, aku hanya bisa berdoa untukmu, semoga cita-citamu yang cukup sederhana tapi berkualitas itu bisa menjadi kenyataan, trimakasih telah mengajarkanku untuk selalu menikmati pekerjaan dan tetap mempunyai cita-cita”

Kami bertemu lagi, melihat senyum diwajahnya saya jadi punya inspirasi untuk membuat postingan ini.

Minggu 1 Februari 2009 (hmmm cepatnya bulan berganti yahhh)

Saya pernah mendengar petuah bijak seorang teman” ketika kamu mendapat kebahagiaan maka kamu jangan sampai terlena karena pasti akan ada kesedihan sesudahnya begitupun sebaliknya jika kamu

mendapat kesedihan maka kamu harus yakin ada kebahagian sesudahnya”. Hal inilah yang saya rasakan dalam seminggu ini. Baru dua hari saya mendapat kebahagiaan yang sangat tiba-tiba saya mendapatkan kesedihan. (kebahagiaan dan kesedihan saya, biarlah saya simpan sendiri).

Ketika mendapat kebahagiaan saya hampir terlena dan sedikit lupa bahwa semua itu adalah campur tangan Allah SWT. Baru kemudian ketika kesedihan datang saya serasa disadarkan bahwa semua adalah kehendak tuhan. Akhirnya saya mencoba merenungi semua apa yang saya alami dengan bijak. Mungkin jika saya selalu diberikan kebahagian saya jadi lupa bersyukur, saya terlena dan lupa bahwa semua ada yang mengatur bukan murni karena kelebihan saya pribadi. Makanya setelah kebahagian saya juga diberikan kesedihan sehingga rasa syukur yang nyaris saya lupakan sontak disadarkan dengan hadirnya kesedihan.
Saya bersyukur dan berterimakasih pada tuhan atas kebahagian yang diberikan, saya juga tetap bersyukur pada tuhan atas kesedihan yang diberikan pada saya. Artinya tuhan masih mencintai saya, tuhan mengingatkan saya ketika saya mulai terlena dengan kebahagian semu didunia. Namun sebagai manusia biasa saya tetaplah penuh emosi, ketika kesedihan hadir air mata tetap mengalir, ketika kebahagian hadir tawa mewarnai hari-hari saya. Ketika kebahagian hadir saya nyaris sombong dan terlampaui percaya diri dan pamrih pada tuhan”mungkin ini karena ibadah saya yang bagus” namun ketika kesedihan hadir saya jadi interopeksi diri “mungkin saya kurang mendekatkan diri padan-NYA”. Intinya entah itu kebahagian, entah itu kesedihan yang hadir dalam hari-hari kita itu semua kehendak tuhan yang merupakan cobaan dari tuhan sebagai wujud cinta tuhan akan hambanya. Artinya apapun itu yang kita rasakan itu wujud cinta tuhan kepada kita. Jangan lupa untuk bersyukur ketika kita mendapat kebahagian, dan jangan lupa untuk istighfar ketika kesedihan meghampiri kita.
“Terima kasih Allah SWT yang telah memberikan kebahagian dan kesedihan pada saya, saya selalu yakin pasti da hikmah dibalik semua ini, saya yakin Gusti Allah tidak tidur, Allahlah yang tahu apa yang terbaik bagi saya”
Kemarin saya bahagia namun hari ini saya bersedih,
Sudah cukup airmata yang mengalir

Jakarta 31 Januari 2009