tak terasa sudah 2 bulan melewati hari-hari bersama abang. sebulan pertama saya lewatkan dengan mencoba memahami perbedaan dan sifat abang. rada kaget memang, dia orang yang cuek dan seolah-olah tidak peduli *padahal peduli* hihihi kegeeran.
rada kaget dg perbedaan-perbedaan kecil, rada kaget dengan perubahan perlakuan antara sebelum dan sesudah menikah. saya sering nangis sendiri “kok abang terlalu cuek dan jadi berubah, apa dia menyesal menikah denganku” hmmm pikiran-pikiran bodoh ini selalu menhantui. Ga percaya bahwa abang benar2 mencintai saya karena memnag abang ga pernah ngomong langsung secara rimantis beneran ga pernah *hiks3 kebanyaakan nonton pilem korea siy jadinya membayangkan suami bisa seperti aktor korea yang bisa ngomong cinta dengan romantis. jiaaahh haiyaaaa oi bangun oi suamimu bukan orang korea doi oang batak kaliiiii hihihihihihihi
akhirnya sebulan berlalu dengan pikiran-pikiran aneh saya ttg abang, hmmm bulan berikutnya saya lebih tenang dan mulai memahami sikap abang. mulai bisa mengikuti ritme kehidupan abang *halah apa coba* hihihi, pokoknya saya merasa lebih bisa mengerti abang. ga nangis menghadap tembok atau dikamar mandi lagi kalo lagi sebel ke abang. yang pasti saya berusaha untuk menjadi istri yang tidak sering ngomelin suami. hmmmm saya juga tidak suka diomelin soalnya:).
saya mulai mengerti abang berfikir lebih jauh dari saya, tidak sekedar cinta-cintaan, tapi memikirkan dan mengatur strategi untuk amsa depan kami dan anak-anak. memikirkan mau tinggal dimana yang nyaman dan baik untuk kesehatan saya dsb.
jadi malu dg abang , ternyata saya cuma mikir-mikir aneh sendiri….