fesbuk ternyata selain tempat untuk menjalin persahabatan, ternyata juga bisa menjadi tempat untuk mencela teman dan memasang foto-foto jelek teman. Ini saya alami hari ini, teman-teman pada usil dengan memasang wajah bengkak saya pas alergi obat difesbuk dan masuklah beraneka ragam komentar lucu.

Sebel juga siya walnya tapi lama-lama lucu juga:) , teman-teman daku ga pernah marah koq atas keusilan kalian asalkan ga menganggu jalan hidupku saja:p.

akhirnya dengan sangat terpaksa daku curhat juga di blog ini, tak apa yahhh, lagi ga ada inspirasi nulis:D


Demo pemekaran propinsi bisa dimasukkan sebagai sparatisme local ” ungkap Ryas Rasyid Anggota DPR RI semalam ketika diwawancarai salah satu TV Swasta berkaitan kasus demonstrasi warga yang menuntut pendirian propinsi baru di Tapanuli Selatan di Sumut yang menewaskan Abdul Azis ketua DPRD Sumut. Pemekaran propinsi makin marak terjadi di Indonesia pasca adanya aturan berkaitan dengan otonomi daerah. Lalu mengapa pemekaran propinsi ataupun kabupaten ini menjadi tren dibeberapa daerah saat ini?

Analisa saya pertama , jika terjadi pemekaran maka otomatis akan ada aliran dana ke daerah dari pemerintah pusat. Kedua, akan ada peluang jabatan-jabatan baru yang diperebutkan. Ketiga, keuntungan bagi partai karena otomatis jika ada propinsi atau kabupaten baru pasti ada peluang untuk dilakukan pemilihan.
Lalu kemudian apakah dengan menjadi propinsi baru atau kabupaten baru rakyat akan sejahtera? Nah ini yang saya sangat meragukannya. Justeru menurut pengamatan saya, adanya kabupaten atau propinsi baru justeru memunculkan raja-raja kecil didaerah. Seorang kepala daerah menjadi semacam raja kecil, sementara rakyat juga semakin menderita saja.
Saya pernah dalam suatu kesempatan melakukan penelitian tentang buruh migran Indonesia, mengagas sebuah konsep peraturan daerah untuk perlindungan buruh migran di kabupaten tulang bawang lampung ditahun 2007 lalu. Tulang bawang termasuk kabupaten baru hasil pemekaran lampung timur kalo tidak salah. Nah saya melihat kondisi yang sungguh sangat memprihatinkan, Bupati sudah semacam raja saja, hampir semua fasilitas umum maupun perusahaan besar swasta dimilikinya sendiri dengan kroni-kroninya.
Sementara fasilitas umum misalnya saja jalan sangat memprihatinkan, belum lagi kondisi perekonomian rakyatnya. Tulang Bawang merupakan daerah pengirim buruh migran yang lumayan besar disamping jawa timur dan jawa tengah, jawa barat maupun nusa tenggara barat. Sebagian lainnya petani maupun buruh. Aroma kemiskinan cukup terasa, sungguh sangat kontras dengan kehidupan dan kekayaan para pejabatnya.
Jadi dibalik hebohnya pemekaran propinsi di Tapanuli Selatan sarat dengan kepentingan politik kelompok tertentu, yang tentunya ingin mengambil keuntungan dari semua. Sementara bagi masyarakatnya pasti tidak akan ada perubahan yang berarti. Seharusnya ada mekanisme yang jelas dari pemerintah mengenai hal ini. Sehingga tidak muncul kerusuhan yang bisa juga dikatakan sebagai separatism local ini. Intinya dari semua proses politik semacam ini, selalu rakyat dijadikan alasan, rakyat pula yang menjadi korban.

Hujan masih mengguyur Jakarta pagi ini, masih sama seperti kemarin. Rencananya ingin sekali seharian duduk didepan komputer dan mengerjakan buku tulisan untuk buku kronik perburuhan yang tertunda sejak tahun lalu. Tapi mendadak harus mewakili tim kuasa hukum untuk menemui dokter bedah plastik untuk kepentingan advokasi kasus TKI Keni binti Cadra.

Akhirnya dengan bantuan si bang mamat (ini tukang ojyek kesayangan si dela temen kantor saya) saya menuju rumah sakit pusat pertamina. Disepanjang jalan menuju kesana saya melihat berbagai baliho dan spanduk besar, ada foto dian sastro, ada foto besar bintang iklan mild dan banyak lagi yang lain. Kalo itu sih sudah biasanya saya melihatnya, mereka tersenyum ya tidak meyakitkan hati saya.

Tapi diantara foto dian sastro dan bebrapa artis lainnya, ada pula spanduk yang bergambarkan para caleg dengan seuntai senyumnya seolah-olah semua baik-baik saja. (kae lagu ratu yahh) Tersenyum manis dengan jargon-jargon yang berjanji “jakarta akan sejahtera bersama saya”, ada juga “kita pasti bisa”. Busettttt dey bikin sebelll, jika emang itu fakta sih saya bangga dan kagum tapi faktanya??? setelah menjadi anggota DPR malah mengejar kekayaan:)

bersambung tiba-tiba laper:)

ada yang bisa nerusin??? huehehheheh

Berikut hasil foward email dari teman saya, nah jika kamu sedang merasakan perasaan ke seseorang, silahkan ditebak perasaan apa ituw:)

* Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
* Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
* Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. “

* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa, dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”

* Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
* Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.


Kulitnya putih bersih, bulu matanya lentik, hidungnya mancung, rambutnya panjang dikuncir simple tampak pas dengan wajahnya nan ayu, tidak nampak polesan make up tebal diwajahnya yang cantik, postur tubunya tinggi semampai nyaris terlihat kurus, tapi tetap tampak kecantikannya, dia bukan custumer service atau teller sebuah bank, mengenakan baju seragam hijau dengan celana putih dan ada nama didadanya (ah saya lupa siapa namanya), dengan alat pel selalu ditangan dia duduk dipojok toilet plaza semanggi lantai 3A. (lebay mode on)

Dialah si mba cantik penjaga toilet, sudah hampir tiga kali ini saya bertemu dengannya, senyumnya selalu mengembang pada setiap pengunjung yang datang ke toilet itu termasuk pada saya. Pada pertemuan pertama dia cukup ramah pada saya,”mba tissunya habis jadi mba bisa ambil yang ini saja” sapanya lembut pada saya ketika itu. Saat itu saya tidak sempat berbincang dengannya, dia cukup sibuk membersihkan setiap toilet setiap saat atau terkadang duduk dipojok jika memang semua toilet penuh atau sekedar mengepel diluar toilet.

Pertemuan kedua, kembali saya disambut dengan senyumnya yang ramah itu, saya tau pasti dia juga lupa dengan saya meskipun saya masih sangat mengingatnya. Tapi tidak penting saya diingatnya atau tidak, yang pasti saya cukup tertarik dengan sosoknya. Dengan kecantikan yang dimiliki dia sama sekali tidak tampak merasa cantik, mengapa saya bilang demikian? Karena ada orang yang cantik sangat tau kalau dia cantik.
Kemudian saya mencoba berbincang ketika dia berdiri dipojok”mba kerja sejak jam berapa? “ Tanya saya,” sejak pagi mba” jawabnya. “ohhh” gumam saya. Kemudian saya Tanya lagi” apa si mba yang senengnya selama bekerja seperti ini” Tanya saya “ ya gimana ya mba saya cukup menikmati pekerjaan saya mba, cari kerja sulit mba” jawabnya. “lulusan apa mba?” Tanya saya lagi” saya cuma SMP mba” jawabnya. “umur berapa sih mba?” Tanya saya ,”18 tahun” gajinya berapa mba?” Tanya saya, “ ya umr mba” jawabnya’ , “ belum lagi dipotong perusahaan penyalur kan mba” jawabnya. Iya si Mba adalah salah seorang buruh outsourcing yang biasa digunakan suatu perusahaan untuk tenaga kebersihan. Nah dengan statusnya ini otomatis gaji si mba hampir 30% dipotong oleh penyalur. (tapi saya tidak akan menceritakan soal outsourcingnya panjang dunk ntar:D)

Berlanjut dengan perbincangan saya dengannya, “ tapi saya bekerja ini untuk sekolah lagi juga loh mba ujarnya, saya sedang menempuh kejar paket setingkat SMU mba, saya juga tidak ingin bekerja membersihkan toilet terus menerus” ungkapnya. Lalu saya bilang” iya mba jangan pernah berhenti berusaha dan jangan pernah berhenti bercita-cita, ingat jika mba punya semangat dan selalu berusaha saya yakin mba bisa koq bekerja lebih dari sekedar menjaga toilet” pesan saya padanya sebelum kami berpisah.
Satu hal yang membuat saya terisnpirasi, dia mengerjakan pekerjaannya, yang masih dianggap pekerjaan rendah oleh sebagian orang dengan sangat menikmati dan bangga. Satu lagi yang cukup membuat saya respek, dia masih punya cita-cita yang bisa jadi tidak dipunyai oleh kita. Saya yakin dengan cita-citanya itulah kebahagian dia rasakan. Saya jadi malu dengannya seringkali saya mengeluh dengan kondisi saya, padahal beban hidup yang saya rasakan mungkin tidak seberat apa yang si mba rasakan. Tapi si mba tetap bisa tersenyum dengan indah meskipun saya yakin beban yang sangat berat dia rasakan. saya yang lebih sedkit beruntung dari si mba rasanya patut bersyukur, saya bisa sekolah sampai universitas tanpa harus menjadi penjaga toilet lebih dahulu.

“ ah mba, aku hanya bisa berdoa untukmu, semoga cita-citamu yang cukup sederhana tapi berkualitas itu bisa menjadi kenyataan, trimakasih telah mengajarkanku untuk selalu menikmati pekerjaan dan tetap mempunyai cita-cita”

Kami bertemu lagi, melihat senyum diwajahnya saya jadi punya inspirasi untuk membuat postingan ini.

Minggu 1 Februari 2009 (hmmm cepatnya bulan berganti yahhh)

Saya pernah mendengar petuah bijak seorang teman” ketika kamu mendapat kebahagiaan maka kamu jangan sampai terlena karena pasti akan ada kesedihan sesudahnya begitupun sebaliknya jika kamu

mendapat kesedihan maka kamu harus yakin ada kebahagian sesudahnya”. Hal inilah yang saya rasakan dalam seminggu ini. Baru dua hari saya mendapat kebahagiaan yang sangat tiba-tiba saya mendapatkan kesedihan. (kebahagiaan dan kesedihan saya, biarlah saya simpan sendiri).

Ketika mendapat kebahagiaan saya hampir terlena dan sedikit lupa bahwa semua itu adalah campur tangan Allah SWT. Baru kemudian ketika kesedihan datang saya serasa disadarkan bahwa semua adalah kehendak tuhan. Akhirnya saya mencoba merenungi semua apa yang saya alami dengan bijak. Mungkin jika saya selalu diberikan kebahagian saya jadi lupa bersyukur, saya terlena dan lupa bahwa semua ada yang mengatur bukan murni karena kelebihan saya pribadi. Makanya setelah kebahagian saya juga diberikan kesedihan sehingga rasa syukur yang nyaris saya lupakan sontak disadarkan dengan hadirnya kesedihan.
Saya bersyukur dan berterimakasih pada tuhan atas kebahagian yang diberikan, saya juga tetap bersyukur pada tuhan atas kesedihan yang diberikan pada saya. Artinya tuhan masih mencintai saya, tuhan mengingatkan saya ketika saya mulai terlena dengan kebahagian semu didunia. Namun sebagai manusia biasa saya tetaplah penuh emosi, ketika kesedihan hadir air mata tetap mengalir, ketika kebahagian hadir tawa mewarnai hari-hari saya. Ketika kebahagian hadir saya nyaris sombong dan terlampaui percaya diri dan pamrih pada tuhan”mungkin ini karena ibadah saya yang bagus” namun ketika kesedihan hadir saya jadi interopeksi diri “mungkin saya kurang mendekatkan diri padan-NYA”. Intinya entah itu kebahagian, entah itu kesedihan yang hadir dalam hari-hari kita itu semua kehendak tuhan yang merupakan cobaan dari tuhan sebagai wujud cinta tuhan akan hambanya. Artinya apapun itu yang kita rasakan itu wujud cinta tuhan kepada kita. Jangan lupa untuk bersyukur ketika kita mendapat kebahagian, dan jangan lupa untuk istighfar ketika kesedihan meghampiri kita.
“Terima kasih Allah SWT yang telah memberikan kebahagian dan kesedihan pada saya, saya selalu yakin pasti da hikmah dibalik semua ini, saya yakin Gusti Allah tidak tidur, Allahlah yang tahu apa yang terbaik bagi saya”
Kemarin saya bahagia namun hari ini saya bersedih,
Sudah cukup airmata yang mengalir

Jakarta 31 Januari 2009

Postingan ini terinspirasi cerita seorang sahabat saya sepulang kantor . Begini ceritanya sahabat saya itu berkenalan dengan seorang laki-laki melalui friendster, kemudian berlanjut dengan chating melalui yahoo messenger. Nah setelah sekian lama chating akhirnya mereka sepakat untuk kopi darat. Kebetulan sahabat saya memang masih jomblo dan sangat terbuka untuk berteman dengan siapapun, maksudnya dia lebih ramah dan tidak gampang berprasangka. Selama di profilenya single ya sahabat saya asik-asik ajah berteman. Nah singkat cerita sahabat saya ini beberapa kali bertemu. Untungnya mereka berbeda agama sehingga sahabat saya pyur murni tidak ada niatan untuk lebih dekat. Setiap kali ditanya apa benar single, setiap kali pula dijawab single. Dari awal sahabat saya sudah yakin jika tu orang pasti sudah berkeluarga tapi males saja untuk membahasnya.
Dari cerita diatas, saya jadi berfikir situs pertemanan dan semakin membuminya komunikasi melalui internet membuka peluang bagi sesorang untuk menjadi sesorang yang manipulatif. Sudah punya pacar ngakunya single ini masih tidak seberapa (hehehe hayo sapa, single but not available ato in relationship but available, bingung mode on) Bahkan ada yang sudah punya istri dan anak statusnya masih saja single gak pernah berubah. Otomatis akan sangat terbuka peluang untuk selingkuh atau apalah. (hmmm mending jangan dey melakukan yang beginian)
Itu tadi minusnya situs-situs pertemanan, namun ada juga loh sahabat saya yang menemukan belahan jiwanya dengan perantaraan situs-situs pertemanan. Diantara seribu orang yang tidak jujur dan cenderung manipulative pasti ada sepuluh orang jujur toh.
Jadi menurut saya kita harus bijak dan cermat saja memanfaatkan situs pertemanan ini. Jangan sampai justeru membuat kekacauan dalam hidup kita. Kalau saya pribadi siy terus terang belum pernah berkenalan melalui situs pertemanan, YM maupun dunia maya dan akhirnya bertemu. Saya memang termasuk orang yang hanya chating di YM untuk keperluan kerjaan atau dengan teman-teman yang memang sudah saya kenal. Biasanya saya memang rada suka berprasangka jika kenalan melalui dunia maya (dalam hati niy orang pasti bohong niy ) plus ditambah gaya rada nyolot ( hehe inikan emang bawaan orok) alhasil yahh emang ga pernah punya cerita kenal mengenal didunia maya sampai jadi ikrib, belum lagi ditambah kebiasaan paranoid saya ketemuan ama orang ga dikenal.
Yahhh kesimpulannya silahkan saja menggunakan kemudahan tehnologi ini semaksimal mungkin,tapi tetap harus bertanggungjawab dan hati-hati tentunya;), perlu kejujuran jika kita ingin orang lain juga jujur.
Tapi saya suka wordpress bisa berinteraksi dengan teman-teman baik yang saya kenal atau tidak melalui diskusi dengan topic tertentu secara maya, I luv u wordpresss, hayyuuh yang belum punya cepetan bikin dunk (promosi mode on) , semoga dibaca pemilik wordpress (ngarep mode on) :D
Batuk pilek
29 januari 2009

“Aku gak suka dia lagi mba, suka memberontak gak nurut sama aku, aku ingin cari istri yang nurut”
Tiba-tiba saja saya tertarik dengan jawaban seorang temen saya ketika kami kebetulan ngobrol melalui FB. Dia mengaku ingin putus saja dengan pacarnya karena pacarnya sering memberontak (mungkin pacarnya mantan GAM yak), itu istilahnya. Tapi tunggu dulu, saya mencoba memahami secara seksama apa yang diungkapkannya. Lalu saya pelan-pelan mencoba bertanya kembali “ maksudmu harus nurut gimana dik?” tanyaku. “ya menuruti semua kemauanku apapun itu tidak boleh menolak, jika aku melarang atau mengatakan tidak ya harus nurut, pokoknya harus patuh dan nurut sama aku, meskipun apa yang dikatakannya benar” jawabnya. Busettt deh dalam hati saya bergumam “bener-bener keturunan pak sakera niy anak ‘ ups ga boleh rasis yahh hehehe. (map yahh buat temen-temen yang baca postingan ini yang kebetulan sesuku ama pak sakera)
Tapi sedikit saya ceritakan latarbelakang temen ini tentunya tidak ada salahnya. Darah pak sakera yang mengalir ditubuhnya plus budaya didikan keluarga yang plus ditambah pendidikan militer yang dijalaninya tampaknya cukup melengkapi dirinya menjadi pribadi yang keras plus patriarkhi bangeet. Belum lagi kebiasaan menerima doktrin-doktrin militer semakin memperparah keadaan. Buktinya nyari istri aja kayak mau nyari prajurit yang harus selalu menuruti perintah dan keinginannya. Dalam hati saya ingin sekali mengungkapkan padanya”kamu nyari istri apa nyari calon prajurit untuk perang toh leh” hehehe .
Memang latarbelakang budaya, keluarga dan pendidikan sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir seseorang terhadap gender. Jika melihat latar belakang teman tadi wajar jika dia tumbuh menjadi pribadi yang seperti itu, dalam keluarganya bapaknya cukup dominan, sang ibu nyaris tidak mempunyai kekuatan untuk bersuara didepan sang bapak, belum lagi rata-rata istri dari om-omnya, tante-tantenya , bude dan hampir semua saudara perempuan yang ada dalam keluarga itu tidak ada yang bekerja dan terlihat cukup menurut mungkin yahh, meskipun jika dianalisa lebih dalam menurutnya mungkin juga pengaruh ketergantungan secara ekonomi. Nah inilah yang kemudian menjadi preseden dalam keluarganya, bahwa perempuan yang harus jadi istrinya ya yang penurut “bergantung” kali yahhh. (curiga gak saya tau bener tentang keluarganya? Maklum saya termasuk pengamat keluarga unik:D )
Sebenarnya tidak ada salahnya mempunyai kriteria istri harus nurut, bahkan sayapun nanti pasti ingin nurut pada suami, tapi dalam hal-hal tertentu musti ada diskusi, musti ada kesempatan yang sama , menggunakan doktrin-doktrin militer dalam sebuah keluarga saya pikir bukan pilihan yang tepat, tapi kalo memang bisa siy lumayan yah bisa bantuin tentara perang dijalur gaza. (mikir mode on)
Kesimpulan saya jika mencari istri yang ‘’penurut” seperti criteria teman diatas bisa jadi ‘”penurut” karena takut atau bahkan “penurut” karena memang ga cerdas. Mungkin bahasanya bukan mencari istri yang penurut tapi istri yang bisa diajak diskusi dan tidak bertindak semaunya saja. Tapi semua kembali ke pribadi masing-masing. (kalo saya tidak langsung nurut dunk kalo belum jelas apa perintahnya dan apa kemauannya, iyah toh?)

Migren meyerang, tapi lega tulisan laput udah kelar euy
29 januari 2009

Tiba-tiba saja saya merasa sangat jauh dari Allah swt, akhir-akhir ini memang saya banyak merenung kembali. Kualitas ibadah saya rasanya mulai menurun, tidak seperti dulu ketika saya masih duduk dibangku sekolah hingga perguruan tinggi. Sekarang saya mudah sekali menjamak sholat, puasa sunnah sudah jarang saya lakukan, sholat malampun mulai berkurang bahkan dzikirpun saya lakukan hanya sekedarnya saja tidak seperti dulu.
Semua terasa berubah, saya gampang sekali sakit dan drop, saya gampang sekali panik. Disudut hati yang paling dalam saya merasa sangat hampa, saya merasa sendiri. Padahal seharusnya saya tidak boleh merasa sendiri karena Allah selalu bersama saya. Yah pada titik kulminasi jenuh, hampa dan merasa tidak mempunyai semangat lagi . Padahal saya sangat kenal dengan diri saya sendiri, saya punya banyak cita-cita, saya punya banyak keinginan, namun saya juga heran dengan diri saya saat ini, tiba-tiba sama sekali tidak mempunyai semangat hidup dan melakukan banyak hal, saya merasa aneh dengan diri saya sendiri. Rasanya saya mulai tidak kenal dengan diri saya.
Ketika pada titik kulminasi jenuh sejak awal bulan lalu, baru tadi saya mulai merenungi kembali, mungkin ada kesalahan yang saya lakukan dalam menjalani kehidupan ini. Baru saja tiba-tiba saya mendapatkan jawabannya. Saya terlalu tenggelam dalam rutinitas kerja saya, dalam eforia tehnologi, saya begitu asik menikmati kesenangan semu, setiap hari melakukan rutinitas kerja, jika bosan saya bermain YM, FB, FS atau apalah, selalu begitu. Menjelang malam saya tidur, bangun kemudian melakukan kegiatan itu lagi. Jika ada pekerjaan diluar kantor saya menikmati bepergian , melihat tempat baru bertemu orang baru. Namun semua itu tidak saya imbangi dengan memperkuat diri secara spiritual, sehingga pada satu titik saya merasa kering secara spiritual, apalagi dengan lingkungan kerja berbeda keyakinan. Ruang untuk berdiskusi agama dengan teman kerja jelas tidak ada. Kebetulan semua teman dekat dan teman kerja berbeda keyakinan. (tapi berbeda itu indah loh)
Mungkin ini salah satu bentuk cobaan yang diberikan Allah, sejauh mana saya bisa selalu istiqomah dalam beribadah pada-NYA. Yah “Istiqomah fid-istiqomah dalam beribadah itu yang penting” pesan bapak saya sejak saya duduk dibangku SMP. Saat ini bukannya saya melupakan melakukan rutinitas beribadah sama sekali bukan, naudzubillahhimindzalik , saya selalu berdoa “tsabit qolbi ala dinni “ ya Allah tetapkanlah aku pada agamaku, disetiap sujud saya. Namun saat ini tampaknya saya kurang menghayati dan kurang khusuk dan istiqomah dalam beribadah. Ibadah yang saya lakukan hanya sebagai kewajiban dan rutinitas saja, tanpa saya hayati maknanya.
Saya sangat merasakan perbedaan yang saya alami, dulu ketika saya terlewat bangun disepertiga malam perasaaan saya sangat kacau dan tidak tenang, bahkan seharian saya ingin menangis dan tidak bisa kosentrasi melakukan kegiatan. Tapi kini ketika saya terlewat bangun malam , dalam hati saya muncul banyak alasan pemaaf “ kamukan capek fid gak papalah kan cuma malam mini, kamukan tidurnya malam karena mengerjakan pekerjaan kantor fid, gak papalah cuma hari ini, bla-bla masih banyak lagi alasan pemaaf yang muncul dalam otak saya. Dulu saya dengan ringannya bisa melakukan puasa, bahkan sejak kelas dua SMU hingga lulus kuliah saya sanggup menjalani puasa nabi daud (meskipun awalnya terinspirasi pak amien rais plus sekalian ngirit loh ) , dan puasa senin kamis setelahnya, namun saat ini rasanya berat sekali menjalani puasa sunnah, dalam hati selalu ada alasan pemaaf “ kamukan gampang sakit fid udah gak usa puasa, kamu kan dulu uda sering puasa udah sekarang gak usa sering-sering bla…bla .
Alhasil saat ini saya merasa sangat tidak tenang, saya merasa jenuh dan merasa sangat jauh dari Allah swt. Dalam kondisi seperti ini saya sangat butuh Bapak, petuah bijak bapak biasanya sangat membantu saya kembali istiqomah. Tapi saya harus bangkit sendiri, saya harus bisa tanpa bapak. Sejak beberapa hari ini saya mulai kembali menikmati ibadah saya, ternyata memang cukup manjur, saya mulai merasa hidup lebih berarti. Kembali menikmati nikamtnya saat berbuka puasa, kembali menikmati sujud-sujud panjang, berdzikir menyebut nama Allah. Ternyata nonton, makan di mall, bahkan jalan-jalan ketika liburanpun tidak bisa membuat saya setenang seperti saat ini. Memang benar keimanan kita fluktuatif selalu naik turun. Satu doa saya yang selalu saya panjatkan “ ya allah jangan pernah mencabut nikmat iman ini dari saya” . Saya selalu berharap bisa selalu istiqomah menjalankan ibadah bagaimanapun dan dimanapun saya berada. Meskipun saya tau pasti banyak rintangan yang akan saya hadapi. Riya gak sih nulis begini? Kalo termasuk riya monggo saya diingetkan yahhh?

Sedang kangen sholat berjamaah dengan bapak di masjid dekat rumah
Trimakasih untuk selalu memberikan nikmat iman ini ya Allah
Trimaksih Bapak yang telah memberiku bekal agama yang cukup
Trimakasih ibu yang telah melahirkan aku di dunia ini
Trimakasi ustad-ustadzahku yang telah mengajarkan banyak hal tentang agama dimanapun kau berada , belum lagi ustadzahku yang galak yang tangannya siap menjewer telingaku kala bacaan tajwidku salah, dudududududdu koq jadi kae buat persembahan skripsi ajah hehehe
Pejompongan, 28 januari 2009

Dulu semasa kecil, saya masih ingat ketika itu saya duduk dibangku kelas 4 SD. Saya selalu terbangun ketika bapak terdengar menutup pintu kamar mandi. Saya dalam kondisi yang masih mengantuk penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh bapak. Ternyata setelah dari kamar mandi bapak mulai sholat, saya bingung bapak sholat apa kok malam-malam. Kemudian saya ikut-ikutan ambil wudhu dan duduk disebelah bapak, saya bertanya “bapak sholat apa?” oh bapak sholat tahajud pidh “ ujar bapak. Saya masih bingung tapi saya sabar menunggu bapak selesai sholat ketika itu sudah menjelang subuh. Kemudian bapak bilang, ya udah kamu tidak usah tidur dulu ayo sekalian ikut bapak jamaah ke mesjid sholat berjamaah. Dengan menahan rasa kantuk yang teramat saya ikuti langkah bapak menuju masjid. Namanya masjid at-taqwa. Hanya ada sekitar 15 orang yang jamaah dan 5 orang perempuan ditambah saya jadi 6 orang. Sama sekali tidak ada anak seumuran dengan saya ketika itu.
Sejak saat itu saya selalu berpesan agar bapak membangunkan saya jika sholat malam, Bapak bertanya “kamu mau berdoa apa?” saya ingin berdoa biar rangking satu pak , jawab saya ketika itu, iyah cukup sederhana permintaan saya ketika itu, sederhana gak yahhh? Jadi bingung. Itulah awal saya mngenal sholat malam yang diajarkan bapak saya.
Bapak saya orang yang cukup keras dalam mendidik anak-anaknya, tapi satu yang sangat saya ingat, bapak tidak pernah memukul kami anak-anaknya. Bapak pinter matematika, saya sangat ingat bapak selalu mengajarkan saya pelajaran matematika SD dengan cukup detil, seringkali saya lebih paham daripada teman-teman saya yang lain, karena bapak selalu mengajarkannya lebih dulu pada saya dan kakak saya. Tapi bapak tidak cukup sukses mengajari saya mengaji karena bapak akan cepat berhenti dan kasian kalo melihat saya ngantuk. Saya memang salah satu anak yang paling dekat dengan bapak sejak kecil. Makanya sifat keras bapak banyak menurun pada saya.
Tapi sejak saya mulai kuliah hingga lulus terasa ada jarak dengan bapak, saya masih ingat awal mula saya rada jauh dari bapak. Ketika itu saya berani berbeda pendapat dan bahkan menentang keras kemauan bapak yang ingin menjodohkan kakak saya dengan seorang laki-laki pilihannya. Saat itu kakak saya tidak terlalu punya keberanian untuk menolak dengan frontal, jadi saya yang melakukan fungsi itu. Sebenarnya biar menjadi preseden juga, saya juga khawatir ketika saya lulus bapak melakukan hal yang sama pada saya. Tapi sejak saat itu bapak sudah tidak berani lagi mengatur saya. Bahkan bapak hanya mengeryitkan dahi ketika saya memutuskan bekerja pada isu buruh. Bapak sedikit tidak suka sebenarnya, maklumlah keluarga bapak masih keturunan masyumi yang masih mengidentikkan gerakan buruh dengan PKI. Bapak rada serem dan was-was ketika peringatan hari buruh, beliau selalu memantau di TV aksi-aksi buruh sapa tau wajah saya terlihat ujarnya. Padahal sejak aktif pada isu perburuhan saya sama sekali belum pernah ikut aksi turun kejalan. Mungkin bapak membayangkan saya dengan kaos warna merah dan ikat kepla merah (loh itukan megawati hehe) lalu ikut-ikutan demo.
Terakhir telpon bapak bilang sakit perut , saya rada kuatir juga. Tapi Alhamdulilah di usianya yang ke 65 bapak masih sehat tidak pernah mengeluh sakit parah , hanya ibu yang gampang sakit, maklum ibu sudah pernah terserang stroke. Saya berharap bapak selalu sehat . Saya jadi pingin ketemu bapak, ketika mendengar bapak teman kantor saya meninggal. Saya tidak bisa membayangkan jika bapak saya harus pergi. Semoga bapak masih diberikan kesehatan dan waktu melihat saya menikah dan melihat anak saya nanti.

Pingin ketemu bapak
28 januari 2009